Senin, 05 April 2010
54.641 Ha Kawasan Pegunungan Wonosobo Rawan Longsor
Wonosobo dan Dieng Kota Di Bawah Kabut


Kurang lebih saya sudah menghabiskan 4 bulan dikota ini,kota yg kecil. Kita muter pake motor 2jam juga sudah puas dengan warna kota wonosobo. Aneh juga,saya punya kantor dibali dan mumbai..tapi semua di lakukan dibilik salah satu warnet di wonosobo. Dan saya ga habis pikir,orang malah bondong2 keluar dr kota wonosobo..hahha. Kota wonosobo punya beberapa hal yg unik….semoga ulasan saya bisa jadi referensi sampeyan buat main-main ke wonosobo.
Alun-alun wonosobo
Kata orang,klo main kejogja ga main kemalioboro itu namanya belom ke jogja. Nah sama juga kalo ke wonosobo,kalo ga mendarat atau makan jagung bakar sambil minum wedang jahe..itu namanya belom ke wonosobo. Sebagi catatan saja,alun-alun wonosobo adalah alun-alun yg paling bersih yg pernah saya jumpai. Rumputnya masih terawat secara profesioanl dan dilengkapi tempat duduk2. Tidak hanya itu,buat netter..lokasi alun-alun wonosobo free hostspot 24jam nonstop. Bahkan jika beruntung,banyak sekali wi-fi yg bocor. So…internet di wonosobo turah2…!!!
Teh curbang
Salam
Sejarah Wonosobo
Sumber:
http://www.e-wonosobo.com/v3/index.php?option=com_content&view=article&id=388&Itemid=574
Lokasi Daerah dan Rute Ke Wonosobo
Dari Semarang (Ibu kota Provinsi)
Di terminal antar kota Terboyo banyak terdapat bis yang melayani trayek Semarang - Purwokerto melalui Wonosobo. Jaraknya sekitar 120 km dan waktu tempuh kira-kira 3.5 jam. Rutenya adalah :(Semarang-Ungaran-Bawen-Ambarawa) - (Secang-Temanggung-Parakan) - (Kertek-Wonosobo)
Dari Surakarta (Solo)
Walaupun tidak banyak bis langsung dari Solo ke Wonosobo namun ada beberapa perusahaan bis yang melayani trayek ini. Anda dapat mendapatkan bis tersebut di terminal Tirtonadi jurusan Solo-Purwokerto via Wonosobo. Jaraknya sekitar 180 km waktu tempuhnya kita-kira 6 jam. Jalurnya adalah :
(Solo-Kartasura) - (Boyolali-Ampel) - (Salatiga-Bawen- Ambarawa) - (Secang-Temanggung-Parakan) - (Kertek-Wonosobo)
Dari Magelang
Jalur dari Magelang ini merupapakan jalur ke Wonosobo yang ramai. Kira-kira sepuluh menit sekali ada bis yang datang dan pergi. Bis terakhir kira-kira jam 19.00 berangkat dari terminal antar kota Magelang. Jaraknya sekitar 65 km dengan waktu tempuh kira-kira 2 jam. Jalurnya adalah :(Magelang-Secang) - (Temanggung-Parakan) - (Kertek-Wonosobo)
Disamping itu, ada rute alternatif ke Wonosobo dari Magelang ini, terutama untuk mempersingkat jalan dari Borobudur-Wonosobo. Ada trayek micro bis langsung dari Magelang ke Wonosobo namun tidak sampai di kota Wonosobo, melainkan hanya sampai di Sapuran, salah satu Kecamatan di Wonosobo. Dari Sapuran ke Wonosobo jaraknya 18 km dan banyak sekali angkutan yang siap melayani anda. Jalur Borobudur-Wonosobo ini sering dijadikan alternatif travel Borobudur - Wonosobo.
Dari Purworejo
Jalur dari purworejo tidak terlalu ramai, baik ramainya kendaraan maupun pemukiman. Jalannya cukup baik namun berbelak-belok cukup tajam dan menanjak. Tidak ada bis besar yang melayani trayek ini, tetapi banyak micro bis yang beroperasi. Sejak terminal Purworejo pindah ke terminal baru, bis jurusan Wonosobo tidak masuk di terminal antar kota Purworejo. Micro bis jurusan Wonosobo biasanya mangkal di terminal lama atau di Purworejo Plaza. Jika anda dari arah Yogyakarta, silahkan turun di pertigaan Don Bosko, naik angkota dan turun di terminal lama atau di komplek Purworejo Plaza. Jarak Purworejo-Wonosobo sekitar 50 km dan waktu tempuh sekitar 2 jam. Jalurnya adalah :(Purworejo-Loano) - (Kepil-Sapuran-Kalikajar-Kertek-Wonosobo)
Jika anda naik kendaraan pribadi, harap hati-hati sebab jalur ini walaupun agak sempit, banyak truk yang biasanya mengangkut kayu.
Dari Yogyakarta
Tidak ada trayek langsung dari Yogyakarta ke Wonosobo. Namun karena jalur Yogyakarta - Magelang - Semarang sangat ramai, dengan sendirinya dari Yogyakarta ke Wonosobo menjadi sangat mudah. Dari terminal Umbulharjo, atau dari terminal Jombor, naik bis jurusan Magelang dan turun di terminal antar kota Magelang, baru ke Wonosobo. Total jarak sekitar 120 km dan waktu tempuh kira-kira 3.5 jam. Jalurnya adalah :(Yogyakarta-Sleman-Tempel) - (Muntilan-Magelang)
Selanjutnya ikuti jalur dari Magelang.
Dari Yogyakarta ke Wonosobo, disamping lewat Magelang, anda juga dapat lewat jalur Purworejo. Dari Terminal Umbulharjo atau Nggamping, naik bis jurusan Purworejo dan baru melanjutkan ke Wonosobo. Total jarak sekitar 120 km dengan waktu tempuh sekitar 3.5 jam. Rutenya adalah :(Yogyakarta-Sentolo-Wates) - (Purworejo). Selanjutnya ikuti jalur dari Purworejo
Dari Purwokerto
Merupakan jalur yang ramai. Ada banyak bis yang melayani trayek ini. Untuk jalur ini, kira-kira setiap sepuluh menit ada bis yang datang dan pergi. Ada bis yang hanya melayani trayek Purwokerto-Wonosobo dan ada trayek Purwokerto-Semarang lewat Wonosobo. Anda bisa mendapatkan bis jurusan Wonosobo di terminal utama Purwokerto. Jaraknya sekitar 120 km dan waktu tempuh sekitar 3 jam. Jalurnya sebagai berikut:(Purwokerto-Sokaraja) - (Purbalingga-Bukateja) - (Klampok-Banjarnegara) - (Selomerto-Wonosobo)
Dari Kebumen
Meskipun masih langka, sebenarnya ada jalur langsung Wonosobo-Kebumen. Jalurnya berbelok-belok dan naik turun. Anda dapat mendapatkan bis jurusan Wonosobo-Kebumen di terminal antar kota Wonosobo namun hanya beberapa buah saja. Jaraknya sekitar 65 km dengan waktu tempuh sekitar 2.5 jam. Jalurnya sebagai berikut :(Kebumen) - (Wadaslintang-Kaliwiro-Selomerto-Wonosobo)
Dari Jabodetabek
Trayek Jabotabek Wonosobo dilayani oleh banyak armada yang terdiri dari berbagai perusahaan oto bis. Anda bisa mendapatkan bis tersebut di terminal: Pl Gadung, Kp Rambutan, Bekasi, Lebak Bulus, Cimone, Merak dan Bogor. Dengan jarak 520 km, dari sekitar wilayah Jakarta, bis biasanya berangkat sekitar pukul 17 wib dan sampai di Wonosobo menjelang fajar.
Sumber:
http://www.wonosobokab.go.id/?m=geo2
21 Objek Wisata Dieng
Kawasan wisata Dieng di Jawa Tengah yang menyimpan tidak kurang dari 21 objek wisata (ow) alam masih menjadi wisata andalan bagi daerah ini untuk menyedot wisatawan nusantara maupun asing.
Puluhan objek wisata itu memiliki aneka ragam “atraksi alam” baik berupa telaga, gua, sumber air panas, air terjun, dan yang lainnya, sampai saat ini masih menjadi wisata andalan bagi Provinsi Jawa Tengah umumnya, dan Kabupaten Wonosobo serta Banjarnegara khususnya, kata Drs. Markun Sriyanto, pegiat pariwisata di Wonosobo, Rabu.
“Objek wisata alam di kawasan Dieng memang terdapat di dua kabupaten yakni Wonosobo dan Banjarnegara,” katanya ketika dihubungi dari Semarang.
Menurut dia, objek wisata alam yang ada di Kabupaten Wonosobo ada sekitar 12 objek, meliputi telaga warna, telaga pengilon, gua Semar, gua sumur, gua jaran, batu tulis/batu Semar, kawah sikendang, telaga cebong, air terjun sikarim, air terjun seloka, Gunung Sikunir dan telaga menjer.
Sedangkan objek wisata alam kawasan Dieng yang masuk Kabupaten Banjarnegara tak kurang dari sembilan objek meliputi Curug Sirawe, Kawah Sikidang, Telaga Balekambang, Telaga Merdada, Telaga Dringo, Kawah Sileri, Kawah Candradimuka, Sumur Jalatunda dan Gua Jimat.
“Sampai saat ini semua objek wisata tersebut terus dikelola oleh masing-masing pemkab tersebut dengan baik, bahkan Dinas Pariwisata Jateng juga aktif memasarkan objek wisata yang ada di daerah ini,” katanya.
Karena itu tidak mengherankan jika Objek Wisata Dieng sampai sekarang terus diminati baik oleh wisatawan nusantara maupun asing, katanya.
Menurut dia, selain objek wisata alam, kawasan Dieng juga memiliki atraksi budaya berupa hasil olah budi manusia, misalnya seni pertunjukan tari Angguk, dan tradisi cukur rambut gembel serta beraneka ragam seni kerajinan.
Sedangkan peninggalan bersejarah meliputi kelompok Candi Arjuna, Candi Dwarawati, Candi Gatotkaca, Candi Bima, watu kelir, tuk Bimolukar dan Ondho Buddho.[*ZON/ant]
Sumber:
http://matanews.com/2008/12/11/21-onjek-wisata-dieng/
11 Desember 2008